Artikel Gestun yang membantu



Gestun seringkali dianggap buruk, seringkali dianggap membuat kredit macet. Sebenarnya ada yang perlu diperhatikan dan dihindari dalam ber gestun. Hal yang perlu diperhatikan ialah
1. Gestun tidak akan menjadi kredit macet, apabila dilakukan untuk berbisnis yang sangat diperlukan, yaitu menambah modal usaha yang benar diperlukan. ada contoh seorang pengusaha rumah makan yang kebetulan mendapat tawaran dari seorang rekanannya, ia ditawari sebuah sepeda motor yang murah seharga 5,5 juta rupiah , padahal diketahui motor itu mempunyai pasaran jual 6,75 juta sampai 7 juta.karena kondisi motor tersebut sangat bagus keluaran tahun 2012 pengusaha tersebut sangat ingin membelinya untuk dijual kembali, yang kebetulan ia tak memegang uang tunai untuk membayar sepeda motor tersebut tapi ia memiliki kartu kredit yang bisa di gestun, dan kemudian ia menggestunnya dan terkena fee 2,5 % yaitu sebesar 141.000 rupiah untuk waktu 45 hari. Kemudian ia berhasil membeli motor tersebut dan karena motor itu masih sangat bagus dalam 10 hari kemudian ia mengiklankannya dan terjual seharga 7juta rupiah sehingga ia untung sebesar 1,5 juta rupiah. Untung itu belum dikurangi biaya iklan 50.000 dan biaya fee 141.000 jadi biaya yang dikeluarkan adalah Rp 141,000 + rp 50.000 = 191.000 ditambah biaya bensin 9.000 total biaya yang dikeluarkan 200.000 rupiah sehingga keuntungan bersihnya 1,3 juta rupiah, dan setelah itu 3 minggu kemudian ia kembali mendapat motor murah honda mio j 2013 seharga 6,3 juta yang pasarannya masih 7,5juta dan dalam 1 minggu ia berhasil menjual seharga 7,5juta lewat iklan dikurangi biaya lain sebesar 100.000 maka untung bersihnya sebesar 1,1 juta rupiah jadi dari sekali gestun ia mendapat 2x keuntungan dengan total bersih 2,4 juta rupiah keuntungan bersihnya. Kemudian pengusaha rumah makan itu membayar semua utang gestunnya tepat pada waktunya yaitu pada tanggal jatuh tempo kartu kreditnya dengan lunas bayar semua.
Apakah gestun yang seperti ini membuat kredit macet ? oh sangat jauh dari kredit macet malah gestun seperti ini membantu memutar roda ekonomi yang sekarang ini sedang lesu.
2.Ada seorang saudara kami yang kebetulan di pensiun dini dari tempatnya bekerja, kebetulan ia bekerja di sebuah hotel berbintang 4, Ia di pensiunkan dini dengan alasan hotel tersebut akan di ambruk kan dan akan di bangun kembali yang kebetulan terletak di lokasi emas jalan jendral Sudirman Jakarta. Menurut rencana hotel tersebut akan di bongkar dan dalam waktu 3 tahun akan dibangun yang lebih bagus yaitu bintang 5 dan akan dipanggil lagi mantan karyawan tadi.Sementara itu mantan karyawan tadi di beri pesangon yang besarnya kurang lebih 140juta rupiah. Tapi apa kunjung dikata sudah jalan 6 tahun sejak di pensiunkan dini hotel itu masih belum kunjung dibangun sementara uang pesangon masih jauh dari cukup untuk hidup selama 6 tahun dengan kondisi istri 1 dan 2 anak yang sudah masuk sekolah yang tentunya membutuhkan banyak biaya. Sang suami berusaha melamar kerja kesana kemari tetapi tak kunjung diterima kareena usia telah mencapai 40 tahun sangat jarang ada perusahaan yang mau menerima karyawan yang telah mencapai kepala 4. Akhir kata uang pesangon sebesar 140juta itupun habis tergerus berbagai macam biaya, mau ngak mau sang suami harus bekerja kembali, ia hanya mampu menjadi tukang ojek, motor tapi tak punya, beli yang baru mahal dan sangat sayang bila beli motor baru dibuat ojek, akhirnya ia ingin membeli motor bekas untuk ojek, uang cash tak punya tapi untung ada kartu kredit yang dapat di gestun, akhirnya ia pun menggestunkan kartunya sejumlah 6 juta untuk membeli sepeda motor, terkena fee 2,5% sebesar 150.000 untuk 45 hari, dan ia pun memulai bisnis ojeknya. Kebetulan ia mendapat tempat yang bagus , ia bisa mendapatkan 5x ojek alias 5 rit di jam pulang kantor seharga 15 ribu totalnya 75ribu dari jam 4 sampai jam 7 malam sementara dari jam 9 - jam 16 ia mendapat 3x ojek seharga 45.000 jadi total yang didapat seharian berojek 120.000 dikurangin bensin 15000 maka masih membawa pulang 105.000 seharian. total selama 45 hari ojek ia mengantongi 4,5juta dipotong biaya makan masih dapat bersih 3juta rupiah selama 45hari maka ia membayar separo dari kartu kreditnya itu dan di 45hari kemudian ia melunasi seluruh utang kartu kredit  , jadi dalam waktu 90 hari lunas semua, ditambah ia sedikit hemat 200.000 ia lunasi juga bungannya. jadi dalam 90 hari ia untung 1 sepeda motor.yang bila ia jual masih laku 5,5juta.
Apakah gestun yang seperti ini membuat kredit macet? sama sekali tidak malah sangat membantu orang keluar dari masalah keuangan.